Banjarbaru- Warga Gang Bersama, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar rumahnya, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.
Korban diketahui bernama Tri Sugiono Santoso (33). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya, Kristiani Santoso, yang datang ke rumah untuk mengantarkan makanan.
Saat tiba di lokasi, Kristiani mendapati rumah dalam kondisi gelap dan tidak mendapat respons ketika memanggil adiknya. Ia kemudian memeriksa bagian dalam rumah dan menemukan Tri sudah tidak bernyawa dalam posisi telentang di tempat tidur sambil memegang ponsel.
Pada bagian wajah korban terlihat luka dan pendarahan. Pihak keluarga awalnya berencana langsung mengurus jenazah.
Namun, saat hendak memandikan jenazah bersama pengurus gereja pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 00.20 WITA, keluarga kembali melihat adanya pendarahan pada wajah korban.
Kondisi itu membuat keluarga memutuskan melaporkannya melalui layanan kepolisian 110.
Menerima laporan tersebut, tim gabungan Pawas, Pamapta, Tim Opsnal, hingga Tim Inafis Satreskrim Polres Banjarbaru langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis awal.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi mengonfirmasi, hasil identifikasi mendalam tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak pidana.
“Luka terbuka pada bagian pipi, hidung, dan bibir murni merupakan bekas gigitan hewan pascakematian (post-mortem). Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, tidak terdeteksi adanya orang lain yang masuk ke rumah korban,” terang Ipda Kardi Gunadi, Rabu (9/9/2026).
Menurut Kardi, posisi jendela kamar korban saat kejadian juga dalam kondisi terbuka. Hal itu sesuai dengan kebiasaan korban sehari-hari.
Dari keterangan keluarga, Tri diketahui tinggal seorang diri. Korban juga memiliki riwayat penyakit maag akut.
Setelah mendapat penjelasan dari Tim Identifikasi Polres Banjarbaru, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa itu sebagai musibah.
Keluarga juga menolak proses visum maupun autopsi terhadap jenazah.
“Jenazah saat ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk dilanjutkan ke proses pemakaman,” tutupnya.












