BANJAR — Pemerintah Desa Sungai Pinang Lama menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang masuk dalam daftar penerima manfaat. Bantuan tersebut disediakan oleh Bulog dengan pendataan penerima dilakukan melalui Dinas Sosial bersama Pemerintah Desa Sungai Pinang Lama.
Sebanyak 340 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras yang diperuntukkan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Dalam penyaluran tersebut, setiap KPM mendapatkan tiga karung beras sehingga total bantuan yang dibagikan mencapai 1.020 karung.

Pambakal Desa Sungai Pinang Lama, Rubiansyah, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah kondisi ekonomi yang dihadapi sebagian warga.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masing-masing penerima. Terlebih, sebagian masyarakat Desa Sungai Pinang Lama bekerja sebagai petani yang saat ini menghadapi kondisi musim kemarau.
“Bantuan beras ini kami harapkan dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima. Mudah-mudahan dapat membantu mengurangi beban kebutuhan pangan keluarga, terutama bagi warga yang terdampak kondisi musim kemarau,” ujar Rubiansyah.

Selain beras, Pemerintah Desa Sungai Pinang Lama juga membagikan masker kepada setiap KPM. Pemberian masker tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rubiansyah menjelaskan, kondisi musim kemarau turut berpengaruh terhadap hasil pertanian sebagian warga. Berkurangnya hasil panen menjadi salah satu kondisi yang membuat bantuan pangan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
“Beberapa warga yang bekerja sebagai petani mengalami pengurangan hasil panen karena musim kemarau. Karena itu, bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. 
Sementara itu, pembagian masker dilakukan untuk membantu warga mengurangi paparan asap ketika beraktivitas, khususnya saat kondisi udara terdampak kabut asap karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker ketika berada di luar rumah dan tetap menjaga kesehatan.
“Masker juga kami bagikan agar masyarakat dapat menggunakannya untuk menghindari hirupan asap akibat karhutla. Kami berharap warga tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan yang ada selama kondisi kabut asap,” pungkas Rubiansyah.















