Video IGD Puskesmas Sungai Ulin Viral, Wali Kota Banjarbaru Turun Tangan dan Minta Evaluasi

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby,menjenguk pasien di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kamis (27/8/2026) malam.
banner 468x60

Kabupaten Banjar- Sebuah video memperlihatkan kondisi ruang IGD Puskesmas Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, viral di media sosial pada Kamis (27/8/2026).

Dalam video tersebut, ruang IGD disebut sepi, sementara seorang pasien terlihat berada di mobil pikap yang berada di area puskesmas.

banner 336x280

Pasien kemudian dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Ia meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan Kepala Puskesmas Sungai Ulin, serta menjenguk pasien di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelpon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru untuk minta keterangan, lalu menelpon lagi Kepala Puskesmas. Saya tanya, kenapa saat ada pasien datang mau berobat, tiba-tiba tidak ada orang?” ungkap Lisa.

Menurut Lisa, Kepala Puskesmas Sungai Ulin telah memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, petugas disebut berada di lokasi dan sempat mendatangi pasien yang berada di dalam kendaraan.

Meski demikian, Pemerintah Kota Banjarbaru tetap akan melakukan evaluasi untuk memastikan pelayanan, khususnya dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan, berjalan sesuai standar.

“Insyaallah besok, Kepala Dinas Kesehatan bersama tim Kabid Pelayanan akan langsung turun ke Puskesmas Sungai Ulin untuk mengevaluasi kejadian ini,” tegasnya.

Lisa juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa membedakan asal daerah maupun identitas kependudukan pasien. Hal itu disampaikannya setelah diketahui pasien merupakan warga Kabupaten Banjar.

“Kalau ada orang sakit, saya tidak memandang lagi siapa itu, warga siapa. Saya melihat orang sakit, pokoknya dibantu saja. Tidak peduli warga mana, yang penting nyawa harus diselamatkan,” katanya.

Ia menambahkan, tindakan tegas akan diambil apabila hasil evaluasi nantinya menemukan adanya kelalaian dalam pelayanan.

“Yang jelas, saya akan menindak tegas kepada Kepala Puskesmasnya. Kenapa anak buahnya tidak ada di tempat?” ucapnya.

Evaluasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi pelayanan saat kejadian, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan.

Sementara itu, pasien yang menjadi perhatian dalam video tersebut telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.