Kabupaten Banjar- Kemarau berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat Desa Pandan Sari, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Sebanyak 567 jiwa atau 194 kepala keluarga yang tersebar di empat RT terdampak keterbatasan air bersih, sehingga bantuan pasokan dari BPBD menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga mulai berkurang dan tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Di tengah kondisi itu, suplai air bersih dari BPBD menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat. Namun, distribusinya masih terbatas, yakni hanya satu kali dalam sepekan dengan satu armada tangki.
Kepala Desa Pandan Sari, Yanto Sudarmanto, mengatakan keterbatasan pasokan membuat air yang diterima warga harus diprioritaskan untuk kebutuhan paling mendasar.
“Air bersih ini sangat krusial bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum dan kebutuhan sanitasi dasar,” ujar Yanto Sudarmanto.
Untuk mendukung penampungan, sebanyak empat tandon juga telah dipasang di sejumlah titik. Fasilitas tersebut menjadi tempat penyimpanan sementara sehingga air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan warga sesuai kebutuhan.
Meski cukup membantu, pasokan yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga. Air yang diterima lebih banyak diprioritaskan untuk minum dan memasak, sedangkan kebutuhan seperti mandi dan mencuci pakaian membutuhkan volume yang lebih besar.
Keterbatasan tersebut membuat pemerintah desa berharap dukungan suplai dapat ditingkatkan selama kondisi kering masih berlangsung. Penambahan frekuensi dan volume distribusi dinilai penting untuk memberikan pasokan yang lebih memadai bagi masyarakat di empat RT terdampak.
“Alhamdulillah ada jadwal bantuan pasokan air dari BPBD. Namun, kalau disebut cukup, tentu belum cukup untuk seluruh warga terdampak. Meski begitu, dengan adanya bantuan ini warga tentu sangat terbantu. Semoga ada penambahan frekuensi dan volume distribusinya,” katanya.
Bagi pemerintah desa, distribusi tangki merupakan langkah penanganan sementara. Dalam jangka panjang, ketersediaan sumber air yang lebih permanen diperlukan agar masyarakat memiliki akses yang stabil tanpa bergantung pada bantuan saat musim kemarau.
Perluasan jaringan pipa PDAM atau PAM desa maupun pembangunan sumur bor dalam menjadi alternatif yang diharapkan dapat diwujudkan. Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi fondasi bagi ketersediaan air yang lebih berkelanjutan di Desa Pandan Sari.
“Untuk jangka panjang, kami berharap ada pembangunan infrastruktur air permanen, seperti perluasan jaringan pipa PDAM atau PAM desa atau pembuatan sumur bor dalam. Dengan begitu, masyarakat memiliki akses air bersih yang stabil dan mandiri,” pungkas Yanto Sudarmanto.
Bagi warga Pandan Sari, keterbatasan air bersih bukan sekadar persoalan selama musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Sementara bantuan tangki dan empat tandon menjadi penyangga saat ini, peningkatan distribusi serta pembangunan infrastruktur permanen menjadi harapan bagi 567 jiwa terdampak untuk mendapatkan akses air yang lebih aman dan berkelanjutan.













