Kabut Asap Makin Pekat, Relawan Universitas Sapta Mandiri Bagikan Ratusan Masker di Balangan

Relawan UNIVSM Peduli membagikan masker kepada pengguna jalan di Paringin. Foto: Publikasi RUP
banner 468x60

Balangan- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mendorong Relawan Universitas Sapta Mandiri Peduli mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat.

Sebanyak ratusan masker dibagikan kepada pengguna jalan di salah satu persimpangan di Kota Paringin, Kabupaten Balangan, Sabtu (29/8/2026). Pembagian masker terutama menyasar pengendara sepeda motor yang beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

banner 336x280

Kegiatan tersebut dilakukan seiring dengan semakin pekatnya kabut asap di Kabupaten Balangan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Gerakan sosial tersebut sekaligus menjadi bagian dari aksi solidaritas Relawan Universitas Sapta Mandiri Peduli terhadap korban kebakaran di Desa Kaladan, Kecamatan Paringin Selatan, yang terjadi pada Sabtu pekan sebelumnya.

Dengan menggunakan dana swadaya, para relawan membeli ratusan masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengingatkan warga mengenai risiko paparan asap.

Koordinator Aksi, Muhammad Iqbal, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk keprihatinan relawan terhadap kondisi kualitas udara akibat kabut asap yang semakin pekat.

“Pembagian masker ini adalah langkah kita dalam membantu mengingatkan masyarakat secara umum dan pengendara secara khusus, guna mencegah bahaya ISPA,” ujarnya.

Menurut Iqbal, aksi tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai pihak yang saat ini melakukan penanganan karhutla di lapangan.

Data yang dihimpun mencatat, sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026 terdapat 2.083 kejadian karhutla di Kalimantan Selatan dengan luas lahan terdampak mencapai 10.095,14 hektare.

Besarnya luasan lahan yang terbakar turut berkontribusi terhadap munculnya kabut asap di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Balangan.

Kabut Asap Berisiko bagi Kelompok Rentan

Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan Relawan Universitas Sapta Mandiri Peduli. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus edukasi kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

Ia menilai paparan kabut asap yang cukup pekat dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

“Tentu ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau kelompok rentan,” kata Abdul Hamid.

Ia berharap pembagian masker dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Masker sebagai elemen penting dalam mencegah penularan berbagai macam penyakit dan penyaring berbagai macam partikel di udara,” ujarnya.

Bagi Relawan Universitas Sapta Mandiri Peduli, pembagian masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan di tengah kondisi karhutla yang masih berlangsung. Selain membantu masyarakat mengurangi paparan asap, aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla, khususnya terhadap kesehatan.

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.