Kabupaten Banjar- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kali ini, api menghanguskan sekitar satu hektare area perkebunan karet yang berada di perbatasan Desa Karang Intan dan Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Selasa (15/9/2026) sore.
Kebakaran mulai terpantau sekitar pukul 15.48 WITA. Api awalnya membakar tumpukan dedaunan kering yang berada di kawasan perkebunan.
Beruntung, kobaran api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merambat dan membakar batang pohon karet. Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.26 WITA.
Proses pemadaman melibatkan warga setempat bersama relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap atau RAKAT. Petugas di lapangan menggunakan sejumlah peralatan pemadam, di antaranya jet shooter dan sprayer solo.
Relawan RAKAT, Azim, mengatakan timnya telah aktif melakukan penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Karang Intan dan sekitarnya selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kondisi tersebut dilakukan seiring meningkatnya frekuensi kejadian kebakaran lahan di wilayah setempat.
“Tim RAKAT sudah bekerja kurang lebih sebulan terakhir karena karhutla memang sedang marak,” ujar Azim.
Menurut Azim, penanganan karhutla di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Salah satu kendala yang dihadapi relawan adalah keterbatasan sumber air, terutama ketika titik api berada cukup jauh dari lokasi yang memiliki pasokan air.
Keterbatasan alat pelindung diri (APD) juga menjadi perhatian. Para relawan masih menghadapi minimnya perlengkapan keselamatan, seperti masker dan kacamata pelindung, yang dibutuhkan saat berada di sekitar area yang terbakar.
Selain itu, RAKAT hingga kini belum memiliki armada mobil tangki sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman, relawan mengandalkan tandon dengan sistem pasokan air secara estafet menuju lokasi kebakaran.
Dalam sejumlah kejadian sebelumnya, penanganan karhutla juga mendapat dukungan dari armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta mobil tangki air swakarsa 7 Saudara.
Di tengah meningkatnya kejadian karhutla, Azim juga menyampaikan adanya dugaan bahwa sejumlah kebakaran lahan dipicu oleh tindakan pembakaran secara sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Dimungkinkan ada yang sengaja membakar. Kemarin sempat ada yang kepergok, tetapi langsung lari,” ungkapnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas informasi dari lapangan. Penyebab pasti kebakaran di area perkebunan karet tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Penanganan sejak awal dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.














