Tanah Laut- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti jalur perbatasan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, hingga Pengayuan, Kota Banjarbaru, Kamis (27/8/2026) pagi.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengguna jalan menurun drastis. Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang diperkirakan hanya sekitar empat hingga lima meter.
Situasi ini membuat sejumlah pengendara memilih mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, bahkan menghentikan perjalanan untuk sementara waktu hingga kondisi kembali lebih aman.
Joko (30), salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas dari Bati-Bati menuju Banjarmasin, mengaku memilih berhenti karena jarak pandang yang terbatas dinilai berisiko terhadap keselamatan.
“Setiap pagi saya berangkat kerja melalui jalur ini. Dengan kondisi asap seperti sekarang, jarak pandang sangat terganggu. Saya memilih berhenti sementara sampai situasinya agak terang. Kalau dipaksakan, takut membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ungkap Joko.
Kekhawatiran serupa disampaikan Novi (28), warga Desa Pandahan. Tebalnya kabut asap membuatnya harus lebih berhati-hati sebelum melanjutkan perjalanan.
“Kabut asap lumayan tebal dan jarak pandang sangat terbatas. Saya memilih berhenti dulu sambil menunggu asap berkurang karena khawatir terjadi kecelakaan,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Laut meningkatkan patroli di sejumlah titik sepanjang Jalan A Yani. Petugas juga menyampaikan imbauan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) kepada pengguna jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang yang ditimbulkan kabut asap.
Pengendara yang tetap harus melintas di jalur Tanah Laut–Banjarbaru diimbau menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang mulai menurun.
Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan. Selain itu, pengendara diminta tetap menjaga konsentrasi dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi jarak pandang terlalu terbatas.
Dalam kondisi seperti ini, keselamatan menjadi prioritas utama. Pengendara diingatkan untuk mengutamakan keselamatan daripada kecepatan, terlebih ketika kabut asap kembali menebal dan mengganggu jarak pandang di jalur utama penghubung Tanah Laut dan Banjarbaru.














