Kabupaten Banjar- Kabupaten Banjar kembali menambah pilihan destinasi wisata melalui Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu, sebuah kawasan wisata berbasis desa yang menggabungkan pesona Sungai Martapura dengan kekayaan budaya dan wisata religi. Destinasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperluas daya tarik pariwisata daerah.
Melalui perjalanan menggunakan kapal wisata, pengunjung dapat menikmati panorama Sungai Martapura sembari mengunjungi dua destinasi unggulan, yakni Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan kawasan wisata religi Makam Syekh Abdul Hamid Abulung.
Tarif perjalanan ditawarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp10 ribu per orang untuk rute menuju Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan Rp20 ribu per orang menuju kawasan wisata religi Abulung. Kapal beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 Wita dengan kapasitas maksimal 30 penumpang.
Pengembangan destinasi tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor. Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar membangun dermaga sebagai titik keberangkatan, sedangkan pengelolaan operasional kapal dipercayakan kepada BUMDesma sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar, H.M. Hafizh Anshari, mengatakan pengembangan wisata yang dikelola BUMDes dan BUMDesma menjadi strategi untuk mengoptimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap wisata susur sungai ini tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar terus memperkuat tata kelola destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta memperluas kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar pengembangan pariwisata berjalan secara berkelanjutan.
Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Banjar, M. Ariyandra Abdullah, menilai kehadiran Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu membuka peluang tumbuhnya berbagai sektor ekonomi kreatif di kawasan pedesaan.
“Bukan hanya jumlah wisatawan yang ingin kita tingkatkan, tetapi juga bagaimana destinasi ini mampu menggerakkan usaha masyarakat. Kuliner, kerajinan tangan, fesyen lokal, fotografi, videografi, seni pertunjukan hingga promosi digital memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisata,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, BUMDesma, Pokdarwis, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu diharapkan berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Banjar yang tidak hanya menawarkan pengalaman menyusuri Sungai Martapura, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.










