HUT ke-81 RI, 28 Batang Pinang dan Hadiah Menarik Meriahkan Desa Panggung Tanah Laut

banner 468x60

Tanah Laut- Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (26/8/2026) siang.

Sebanyak 28 batang pohon pinang disiapkan Pemerintah Desa Panggung untuk memeriahkan tradisi panjat pinang yang rutin digelar setiap momentum peringatan kemerdekaan.

banner 336x280

Tak sekadar batang pinang, beragam hadiah menarik digantung di bagian puncak, mulai dari barang elektronik, pakaian, air mineral hingga sepeda motor listrik. Hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang memadati halaman Pemerintah Desa Panggung.

Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan turut menyaksikan perlombaan. Anak-anak, orang dewasa hingga lansia tampak larut dalam kemeriahan, memberikan dukungan kepada peserta yang berusaha mencapai puncak batang pinang.

Lomba dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Panggung Bambang Suprianto. Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita, sebelum para peserta mulai memanjat batang pinang yang telah dilumuri pelumas.

Bambang mengatakan, 28 batang pinang disiapkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Panggung.

“Sebanyak 28 batang pohon pinang telah disiapkan serta di bagian atasnya disediakan beraneka ragam hadiah seperti barang elektronik, sepeda motor listrik, pakaian, minuman mineral, dan hadiah menarik lainnya,” ujar Bambang.

Menurutnya, panjat pinang bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang terus dipertahankan masyarakat Desa Panggung.

Persiapan kegiatan pun dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat dari masing-masing RT.

Kemeriahan semakin terasa ketika perlombaan dimulai. Para peserta harus bekerja sama dan mengatur strategi untuk menaklukkan batang pinang yang licin. Setiap upaya peserta langsung disambut sorak-sorai penonton.

Tak jarang peserta yang telah berhasil mencapai beberapa meter harus kembali tergelincir. Namun, kondisi tersebut justru membuat suasana semakin ramai dan mengundang semangat penonton untuk terus memberikan dukungan.

Salah seorang penonton, Novi (26), warga Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, mengaku sengaja datang bersama suami dan anak-anaknya untuk menyaksikan perlombaan.

“Hari ini saya datang bersama suami dan anak-anak untuk melihat panjat pinang, karena di sini setiap tahun saat HUT Kemerdekaan RI pasti diadakan panjat pinang dan selalu ramai dipenuhi penonton,” kata Novi.

Sementara itu, Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja mengatakan, 28 batang pinang yang digunakan dalam perlombaan merupakan hasil swadaya masyarakat dari masing-masing RT di Desa Panggung.

Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Fajar, panjat pinang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan mempererat kebersamaan.

“Panjat pinang ini rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI dan merupakan tradisi yang telah lama dilakukan warga Desa Panggung. Semoga ke depannya, di tahun yang akan datang, selalu bisa terlaksana dengan baik,” jelas Fajar.

Kegiatan yang melibatkan ratusan warga tersebut menunjukkan bagaimana perayaan kemerdekaan tetap hidup melalui tradisi yang dekat dengan masyarakat.

Di balik perebutan hadiah di puncak batang pinang, terdapat semangat kerja sama, kekompakan dan gotong royong yang menjadi nilai utama dalam tradisi tahunan warga Desa Panggung.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.