Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Tanah Laut Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

banner 468x60

Tanah Laut- Kemarau yang berlangsung berkepanjangan mendorong Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman Kantor Pemkab Tanah Laut, Senin (24/8/2026) pagi.

Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar sekaligus doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap masyarakat.

banner 336x280

Salat dan doa bersama tersebut dipimpin KH Abdurrahman Husein. Kegiatan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur pemerintah daerah, serta berbagai unsur organisasi dan masyarakat.

Sejumlah pihak yang hadir di antaranya Kajari Tanah Laut, Kodim 1009/Tanah Laut, Polres Tanah Laut, Ketua MUI Tanah Laut, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Bupati Tanah Laut H. Rahmat mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Kekeringan juga diperparah dengan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kabut asap saat ini berdampak pada kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Personel Kodim, Polres, relawan, BPBD dan Damkar Tanah Laut sudah siaga di titik-titik rawan karhutla, seperti posko di Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang dan Bumi Makmur,” ujar H. Rahmat.

Menurutnya, dampak kemarau dan kabut asap tidak hanya menyentuh kondisi lingkungan, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Tanah Laut telah mendistribusikan masker ke sejumlah sekolah, kecamatan dan desa yang terdampak kabut asap. Pemerintah daerah juga mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian jam masuk sekolah bagi wilayah yang terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat.

Rahmat mengajak seluruh masyarakat Tanah Laut untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.

“Mari kita bersama-sama berikhtiar melalui Salat Istisqa, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu sunah yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Selain berdoa, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.

“Mari kita jaga alam dan disiplin diri. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi kering dan angin kencang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran. Semoga setelah Salat Istisqa ini hujan segera turun membasahi bumi,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Tanah Laut, hujan yang dinantikan bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya hujan diharapkan menjadi penyejuk setelah kemarau panjang, membantu mengurangi ancaman karhutla dan kabut asap, sekaligus mengembalikan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla yang masih membayangi, ikhtiar melalui Salat Istisqa menjadi harapan agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan di Tanah Laut kembali pulih.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.