Kabupaten Banjar- Ajang lomba ketangkasan pemadam kebakaran Buser Cup 690 resmi dibuka di SDN Indrasari 2 Bincau, Kabupaten Banjar, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 128 tim relawan pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempererat solidaritas antarrelawan pemadam kebakaran.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, mengatakan keberadaan relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan merupakan kekuatan sosial yang lahir dari kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lingkungan.
“Ini merupakan wujud kepedulian masyarakat yang luar biasa. Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan dan keterampilan para relawan pemadam kebakaran,” ujarnya.
Menurut Ariadi, tingginya jumlah peserta menunjukkan semangat relawan untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antaranggota pemadam kebakaran dari berbagai daerah sehingga dapat meningkatkan sinergi dan kerja sama di lapangan.
“Lomba ini juga menjadi ajang tukar-menukar pengalaman antaranggota pemadam kebakaran dari berbagai daerah sehingga koordinasi dan kerja sama saat bertugas dapat semakin baik,” katanya.
Ariadi menilai sistem pembinaan relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan memiliki karakteristik yang unik karena didukung tingginya partisipasi masyarakat yang telah menjadi bagian dari budaya gotong royong.
“Tidak banyak daerah yang memiliki keterlibatan masyarakat sebesar ini dalam organisasi pemadam kebakaran. Ini menjadi kekuatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, yang hadir mewakili Bupati Banjar, berharap kegiatan tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas dan profesionalisme relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap melalui Buser Cup 690 ini semangat dan kemampuan BPK yang ada di Kalimantan Selatan semakin meningkat,” ujarnya.

Ketua Buser 690 Kabupaten Banjar, Hasan Hamdan, mengatakan Buser Cup 690 merupakan kegiatan pertama yang digelar di bawah kepengurusan baru organisasi tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Peserta yang mengikuti mencapai sekitar 128 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Tabalong,” katanya.
Selain memperebutkan gelar juara, peserta juga berkesempatan membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp30 juta serta satu unit mesin pemadam merek Motoyama senilai sekitar Rp25 juta.
Hasan menegaskan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan bukan semata-mata kompetisi, melainkan mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, serta mengukur kemampuan anggota dalam menghadapi situasi kebakaran di lapangan.
“Harapan kami yang utama adalah memperkuat silaturahmi dan kekompakan antaranggota. Kegiatan ini juga menjadi tolok ukur kemampuan relawan saat menghadapi musibah kebakaran maupun kondisi darurat lainnya,” tutupnya.
Melalui Buser Cup 690, para relawan diharapkan dapat terus meningkatkan keterampilan teknis, memperkuat koordinasi, serta memperluas jaringan kerja sama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan.
















