Warga Aranio Banjar Temukan Granat Nanas Peninggalan Perang, Tim Jibom Brimob Lakukan Disposal

banner 468x60

Kabupaten Banjar- Warga Desa Aranio, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat tangan jenis granat nanas di pinggiran sungai, Senin (13/7/2026).

Benda yang diduga sebagai bahan peledak itu ditemukan warga saat beraktivitas di sekitar lokasi. Menyadari potensi bahayanya, warga kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

banner 336x280

Menindaklanjuti laporan itu, personel piket Polsek Aranio langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi (police line), serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun menyentuh benda tersebut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Kapolsek Aranio selanjutnya berkoordinasi dengan Unit Keamanan Negara (Kamneg) Satintelkam Polres Banjar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.

Setelah tiba di lokasi, Tim Jibom melakukan identifikasi terhadap benda tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, granat tersebut dipastikan merupakan granat tangan jenis granat nanas buatan tahun 1916 yang diduga merupakan sisa peninggalan masa perang kemerdekaan.

Untuk menjamin keselamatan masyarakat, tim kemudian mengevakuasi granat ke lokasi yang jauh dari permukiman sebelum dilakukan pemusnahan (disposal) sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan peledak.

Selama proses evakuasi hingga disposal berlangsung, personel Polsek Aranio bersama instansi terkait melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pemusnahan.

Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfiannoor mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak maupun peninggalan perang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Segera laporkan kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” imbau AKP Alfiannoor.

Ia menambahkan, koordinasi yang cepat antara masyarakat, Polsek Aranio, Polres Banjar, dan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Selatan membuat proses pengamanan hingga pemusnahan dapat berjalan aman sesuai prosedur.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah Desa Aranio tetap kondusif,” tutupnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.