Tradisi Bubur Asyura di Martapura Timur Tetap Lestari, Warga Gotong Royong Masak 50 Liter Beras

banner 468x60

Kabupaten Banjar- Tradisi memasak bubur Asyura masih terus terjaga di tengah masyarakat Kabupaten Banjar. Pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, warga Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, kembali bergotong royong memasak bubur Asyura dalam jumlah besar di Masjid Syiarul Islam, Kamis (26/6/2026) sore.

Kegiatan yang difasilitasi Yayasan Al Mau’nah tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian sosial, serta upaya mempererat silaturahmi antarwarga.

banner 336x280

Sejak pagi, suasana kebersamaan sudah terlihat di lingkungan masjid. Relawan, pengurus yayasan, dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan berbagai bahan untuk memasak bubur Asyura. Sekitar 50 liter beras diolah bersama hingga menjadi sajian khas yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Tradisi memasak bubur Asyura setiap 10 Muharram ini telah berlangsung secara turun-temurun dan selalu mendapat sambutan antusias dari warga. Selain menjadi bagian dari syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Sebelum pembagian bubur, panitia terlebih dahulu menggelar doa bersama yang dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Suasana haru tampak menyelimuti kegiatan saat para penerima menerima bantuan yang berasal dari para dermawan.

Ketua Yayasan Al Mau’nah, Muhammad Budiman, mengatakan seluruh dana kegiatan berasal dari sumbangan masyarakat yang mempercayakan sebagian rezekinya kepada yayasan untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

“Dana kegiatan ini murni berasal dari para dermawan yang menitipkan sebagian rezekinya. Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat berbagi dengan anak-anak yatim dan kaum dhuafa pada momentum Hari Asyura,” ujar Muhammad Budiman.

Ia menjelaskan, sebanyak 90 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tahun ini. Menurutnya, program tersebut telah menjadi agenda rutin yayasan setiap peringatan Hari Asyura.

Selain dinikmati oleh para penerima santunan, bubur Asyura yang dimasak bersama juga dibagikan kepada masyarakat umum. Usai kegiatan, warga tampak antusias mengantre untuk mendapatkan bagian bubur yang telah disiapkan panitia.

Yayasan Al Mau’nah berharap tradisi memasak bubur Asyura dan kegiatan berbagi kepada sesama dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan silaturahmi di tengah masyarakat tetap terpelihara.

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.