Banjarbaru- Pembangunan fisik Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kalimantan Selatan secara umum telah rampung. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah memfokuskan pekerjaan pada penataan lanskap kawasan dan penyelesaian sejumlah ruang pendukung yang masih menunggu arahan pemanfaatan dari pengelola.
Kepala Dinas PUPR Kalsel melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, mengatakan pembangunan masjid dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023 dan kini telah memasuki tahap akhir penyempurnaan kawasan.
“Pekerjaan pembangunan bangunan utama masjid telah dilaksanakan pada tahun 2023 hingga 2024. Selanjutnya pembangunan sayap kanan, sayap kiri, dan plaza dilaksanakan pada tahun 2025. Untuk pekerjaan lanskap tahap pertama sudah dilakukan pada 2024 dan dilanjutkan kembali pada tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Ryan, bangunan utama masjid beserta fasilitas pokoknya telah selesai dikerjakan. Namun, masih terdapat beberapa ruang pada bagian bawah bangunan yang belum difungsikan karena menunggu keputusan terkait kebutuhan dan pemanfaatan dari pihak pengelola.
“Untuk bangunan gedung masjid secara khusus sudah selesai. Ada beberapa ruang yang saat ini belum dimanfaatkan karena masih menunggu arahan terkait penggunaannya ke depan,” jelasnya.
Selain menjadi ikon religi baru di Kalimantan Selatan, kawasan masjid juga direncanakan menjadi pusat pelaksanaan peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.
Ryan mengungkapkan, berdasarkan arahan sementara pimpinan daerah, peringatan Hari Jadi Kalsel akan dikemas lebih sederhana dan bernuansa religius.
“Kita ingin lebih mengkhususkan peringatan Hari Jadi Kalsel sebagai momentum refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi tidak harus dilaksanakan secara meriah, meskipun agenda pendukung seperti Kalsel Expo dan kegiatan lainnya tetap memungkinkan untuk dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, pekerjaan lanskap yang masih berlangsung saat ini telah mencapai progres sekitar 30 persen dan ditargetkan dapat dimanfaatkan saat rangkaian Hari Jadi Kalsel berlangsung.
“Pekerjaan lanskap masih berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 30 persen. Secara visual sudah mulai terlihat hasilnya dan diharapkan dapat digunakan saat pelaksanaan Hari Jadi,” tambah Ryan.
Penataan kawasan mencakup pembangunan taman, drainase, area vegetasi, kolam, titian, area parkir, minaret, hingga penerangan jalan umum. Konsep ruang terbuka hijau juga diperkuat dengan penanaman berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman buah.
“Kami tidak hanya menanam tanaman pelindung, tetapi juga tanaman buah. Harapannya dapat menciptakan lingkungan yang lebih asri sekaligus menarik kehadiran burung dan satwa kecil lainnya,” ujarnya.
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sendiri dirancang mampu menampung hingga 3.288 jamaah dan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, serta budaya masyarakat Kalimantan Selatan.
Dengan penyelesaian pembangunan yang terus dikebut, kawasan masjid diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemegahan arsitektur religi, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan sebagai daerah yang religius, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun pengunjung. (MC Kalsel)













