Kabupaten Banjar- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan panen perdana padi apung di Laboratorium PTPH Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bantuan padi apung tahun 2025 guna mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah rawa dan lahan pasang surut.
Panen dilakukan Kepala DPKP Kalimantan Selatan Syamsir Rahman yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan Masliyana bersama Kepala Laboratorium PTPH Sungai Tabuk Siti Sa’adah dan staf laboratorium.
Dalam pelaksanaannya, program padi apung menggunakan 250 styrofoam dengan varietas Inpari 42.
Berdasarkan hasil ubinan, diperoleh rata-rata produksi mencapai 683 gram per styrofoam atau setara 3,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Kabid Tanaman Pangan DPKP Kalsel Masliyana mengatakan hasil panen perdana tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga produktivitas belum maksimal.
“Panen ini menjadi tahap awal pengembangan padi apung. Hasilnya memang belum optimal karena masih dilakukan penyesuaian media tanam yang sesuai agar produktivitas dapat meningkat,” katanya.
Menurutnya, teknologi padi apung menjadi salah satu alternatif solusi pertanian di wilayah rawa lebak dan lahan pasang surut yang selama ini kerap tergenang air.
Melalui metode tersebut, lahan yang sebelumnya sulit dimanfaatkan untuk budidaya pertanian tetap dapat digunakan guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain sebagai sarana uji coba budidaya, pengembangan padi apung juga dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi siswa, mahasiswa magang, maupun petani yang ingin mempelajari teknologi pertanian adaptif di lahan rawa.
“DPKP Kalsel berharap pengembangan padi apung dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan di Kalimantan Selatan,” ujarnya. (MCKalsel)













