Kabupaten Banjar- Sebanyak delapan rumah di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dilanda kebakaran pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp795 juta.
Berdasarkan informasi tertulis dari Humas Polres Banjar, AKP Alfian Noor, Api menghanguskan delapan rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari 10 persen hingga ludes terbakar.
Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat. Tiga di antaranya dilaporkan terbakar hingga 100 persen, sementara beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan 80 persen, 25 persen, 15 persen, dan 10 persen.
Pemilik rumah yang terdampak masing-masing adalah Paridah, Misrun, Zulkifli, Muhammad Zaini, Hardi Wardani, Ema Wardana, Norhamidah, dan Dahliah. Total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai Rp795 juta.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian dapur sebuah rumah yang ditempati Hardi Wardani. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang berdempetan.
Tak lama berselang, sejumlah unit pemadam kebakaran dari wilayah Sungai Tabuk tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lain.
Polisi memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Meski demikian, empat warga dilaporkan mengalami luka ringan, yakni Suriyad (60), Hardi Wardani (30), Sumi (40), dan M. Jaini (45).
Keterangan awal dari korban Hardi Wardani menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada sebuah stop kontak. Di sekitar titik tersebut terdapat tumpukan kasur kapuk yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar. Korban juga mengaku stop kontak tersebut sebelumnya beberapa kali mengalami korsleting, namun belum sempat diperbaiki.
Petugas Polsek Sungai Tabuk bersama Tim Inafis Polres Banjar telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan sumber api secara ilmiah.
Dalam peristiwa tersebut, satu rumah yang merupakan bagian dari Program Bedah Rumah Polri juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut diketahui milik Misrun, warga Desa Gudang Tengah, yang sebelumnya telah selesai dibangun melalui program sosial Polri.












