Jakarta- Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mengupayakan percepatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, melalui audiensi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan persiapan Sekolah Rakyat yang direncanakan berlokasi di Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru. Selain menyampaikan progres pelaksanaan, audiensi juga menjadi sarana koordinasi untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat agar seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan program berjalan lancar.
Dalam pertemuan itu, Bupati Kotabaru bersama jajaran pemerintah daerah memaparkan sejumlah perkembangan sekaligus menyampaikan hal-hal yang memerlukan perhatian dan fasilitasi dari Kementerian Sosial RI.
Bupati H. Muhammad Rusli mengatakan, Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Menurutnya, upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki masa depan lebih baik.
Rusli juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar setiap tahapan program dapat terlaksana sesuai perencanaan. Melalui audiensi tersebut, Pemkab Kotabaru berharap memperoleh arahan, fasilitasi, serta dukungan dari Kementerian Sosial RI untuk merealisasikan Sekolah Rakyat di daerahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, memaparkan profil, konsep dasar, serta fasilitas pendukung yang disiapkan pemerintah dalam penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school terpadu dengan pembinaan selama 24 jam, sehingga peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik sekaligus pembentukan karakter.
“Berbagai fasilitas dan program pendukung disiapkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat dan minat melalui talent mapping berbasis teknologi kecerdasan buatan, penguatan kompetensi dasar akademik, pembentukan kedisiplinan, hingga penyediaan fasilitas asrama yang layak, nyaman, dan bersih,” ujarnya.
Selain fasilitas asrama, para siswa juga memperoleh seragam sekolah, perlengkapan belajar, serta pemenuhan kebutuhan konsumsi berupa makan tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan. Dukungan pembelajaran digital juga disiapkan melalui pemanfaatan berbagai perangkat teknologi.
Dalam pemaparannya, disampaikan pula bahwa pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 15.487 unit laptop dan 596 unit SmartBoard untuk mendukung kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru di 166 Sekolah Rakyat.
Penyediaan perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sarana pendidikan, termasuk memperluas akses pembelajaran digital agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dan kemampuan secara optimal.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Kotabaru turut didampingi Wakil Bupati Kotabaru, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kotabaru, serta Camat Pulau Laut Selatan.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap persiapan Sekolah Rakyat di Desa Tanjung Seloka dapat terus berjalan dan memperoleh dukungan yang diperlukan, sehingga program tersebut nantinya mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.














