BPBD Banjar Gelar Gladi Karhutla 2026 untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

banner 468x60

Kabupaten Banjar- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Gladi Penanggulangan Bencana Tahun 2026 dengan fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 4 Juni 2026 tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel, relawan, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

banner 336x280

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Dr. Wasis Nugraha, mengatakan gladi kesiapsiagaan merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana yang rutin dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki siap digunakan saat terjadi keadaan darurat.

“Kegiatan kesiapsiagaan terhadap bencana karhutla ini merupakan upaya mitigasi bencana yang kami laksanakan untuk melihat sejauh mana kesiapan personel, peralatan, maupun sumber daya yang ada dalam menghadapi risiko bencana di Kabupaten Banjar, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wasis.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan mengenai teknik pemadaman kebakaran lahan. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim Manggala Agni Kalimantan Selatan yang memiliki pengalaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain simulasi pemadaman, peserta juga diberikan pemahaman terkait koordinasi penanganan bencana, penggunaan peralatan pemadam, hingga langkah-langkah penanggulangan apabila titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau.

Wasis menjelaskan, apabila kebakaran terjadi di wilayah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat, BPBD akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pemadaman melalui jalur udara.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menjangkau titik api. Namun apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan, maka kami akan meminta bantuan ke tingkat provinsi maupun pusat untuk melakukan pemadaman dari udara,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Banjar juga terus mendorong pembentukan dan penguatan tim siaga bencana di tingkat desa sebagai garda terdepan dalam penanganan awal ketika terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana dinilai sangat penting guna meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kegiatan gladi ini, BPBD Kabupaten Banjar berharap koordinasi antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan instansi terkait semakin kuat sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi ketika terjadi bencana.

 

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.