Banjar Corner Hadir di Kafe, Cara Baru Dispersip Banjar Dekatkan Budaya Membaca

banner 468x60

Kabupaten Banjar- Kebiasaan mengunjungi kafe di Kabupaten Banjar kini tak lagi sekadar identik dengan bersantai atau berbincang bersama teman. Melalui inovasi Banjar Corner, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar menghadirkan sudut baca di kafe sebagai upaya mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat.

Program tersebut memungkinkan pengunjung menikmati berbagai koleksi buku sambil menikmati suasana kafe, sehingga aktivitas membaca dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan muda.

banner 336x280

Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Kencana Wati, mengatakan Banjar Corner merupakan bentuk transformasi layanan perpustakaan dengan menghadirkan akses bacaan di ruang-ruang publik yang mudah dijangkau masyarakat.

“Literasi tidak harus selalu dilakukan di perpustakaan. Kami ingin masyarakat bisa membaca di mana saja, termasuk saat sedang bersantai di kafe. Dengan begitu, membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, Banjar Corner telah hadir di Melankolis dan Sega Coffee Brew, Martapura. Kedua kafe tersebut dipilih karena memiliki tingkat kunjungan yang tinggi serta mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha untuk mengembangkan ruang literasi di tengah aktivitas masyarakat.

Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Kencana Wati

Menurut Kencana, pesatnya pertumbuhan kafe di Kabupaten Banjar menjadi peluang untuk menghadirkan konsep perpustakaan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat.

“Selain menjadi tempat berkumpul, kafe diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang belajar, berdiskusi dan mencari inspirasi, terutama bagi kalangan generasi muda,” harap Kencana.

Respons masyarakat terhadap program ini pun dinilai positif. Sejumlah pengunjung mulai memanfaatkan koleksi buku yang tersedia, bahkan salah satu pengelola kafe berinisiatif menyediakan ruang khusus yang nantinya akan dikembangkan menjadi perpustakaan mini.

Dispersip menghadirkan beragam koleksi bacaan, mulai dari novel populer, buku pengembangan diri, motivasi, hingga buku anak, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia.

Kencana menegaskan, di tengah derasnya arus digitalisasi, budaya membaca tetap memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Membaca buku tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan empati, memperkaya sudut pandang, serta memperkuat kecerdasan emosional yang dibutuhkan dalam kehidupan maupun dunia kerja,” katanya.

Melihat antusiasme masyarakat, Dispersip berencana memperluas Banjar Corner ke sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, serta kawasan potensial lainnya di Kabupaten Banjar agar akses terhadap bahan bacaan semakin merata.

Owner Sega Coffee Brew, Elgandi Murlintio Ganda

Sementara itu, coffee entrepreneur Elgandi Murlintio Ganda menilai kehadiran Banjar Corner turut memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dengan menghadirkan suasana kafe yang lebih edukatif sekaligus menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.

“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses literasi, sekaligus membangun ekosistem membaca yang tumbuh dari ruang-ruang publik,” pungkasnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.