314 Prajurit Baru Kodam XII/Tambun Bungai Siap Perkuat Pertahanan dan Pembangunan

Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 . foto: Rofal Banuareport.com
banner 468x60

Banjarbaru- Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penguatan pertahanan nasional sekaligus pembangunan wilayah.

Sebanyak 17 ribu mantan siswa dari seluruh Indonesia resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan pendidikan militer dasar.

banner 336x280

Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 prajurit merupakan lulusan terbaik yang dididik di Markas Komando Resimen Induk Kodam (Mako Rindam) XII/Tambun Bungai dan dipersiapkan untuk memperkuat wilayah Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan.

Panglima Kodam XII/Tambun Bungai, Zainul Arifin menegaskan kelulusan para tamtama remaja tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi memperkuat pertahanan di wilayah Kalimantan yang memiliki karakter geografis luas dan menantang.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni. Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami betul karakter sosial budaya masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan personel tambahan sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan wilayah Kalimantan yang didominasi kawasan hutan, aliran sungai, hingga daerah pedalaman yang membutuhkan kehadiran negara.

Panglima Kodam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.  foto; Rofal Banuareport.com

Para lulusan tersebut nantinya akan ditempatkan dalam Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat peran TNI AD di bidang keamanan dan pembangunan daerah.

Selain dibekali kemampuan tempur dasar, para prajurit juga dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan wilayah dan penguatan ketahanan masyarakat.

“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi sesungguhnya: prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” ungkap Mayjen TNI Zainul Arifin.

Ia menilai peran tersebut sangat penting, terutama dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana.

Kepada seluruh prajurit lulusan Rindam XII/Tambun Bungai, Pangdam juga berpesan agar senantiasa menjaga kehormatan seragam dan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI dalam menjalankan tugas.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegasnya.

Pangdam turut mengingatkan para prajurit untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam mendukung tugas, serta mampu beradaptasi dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Kelulusan 17 ribu prajurit baru secara nasional, termasuk 314 lulusan Rindam XII/Tambun Bungai, dinilai menjadi bagian dari transformasi TNI Angkatan Darat yang tidak hanya berperan sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan wilayah Kalimantan.

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.