Banjarbaru- Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru terus dikebut. Dari target 310 titik, sebanyak 64 lokasi saat ini telah memiliki lahan, sementara 59 gerai di antaranya telah selesai dibangun.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan koperasi.
“Secara keseluruhan seharusnya ada 310 titik, namun lahan yang tersedia sampai hari ini baru 64 titik. Dari 64 titik yang sudah tersedia, kita sudah membangun 59 gerai Koperasi Merah Putih,” ujar Bambang, Kamis (13/8/2026).
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan di masing-masing wilayah. Kondisi geografis dan akses menuju sejumlah lokasi juga menjadi tantangan, terutama dalam mobilisasi material pembangunan.
Bambang menyebut, Kodim 1006/Banjar mendapat porsi pembangunan sekitar 210 titik pada tahun ini. Meski masih menghadapi kendala di lapangan, pembangunan terus dilakukan untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
“Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Saat ini pembangunan tetap berjalan. Kita terus kejar agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, berbagai fasilitas pendukung mulai didistribusikan secara bertahap. Sarana tersebut di antaranya kendaraan operasional, motor roda tiga, pendingin ruangan, hingga perangkat kasir.
Untuk sementara, fasilitas pendukung telah diterima di sekitar 11 titik. Distribusi dilakukan secara bertahap karena sebagian besar perlengkapan dikirim dari Pulau Jawa.
Setelah bangunan dan fasilitas tersedia, tahapan berikutnya diarahkan pada persiapan operasional koperasi, termasuk pembekalan bagi pengelola atau manajer. Mereka akan dipersiapkan untuk memahami administrasi, inventarisasi barang, hingga sistem transaksi sebelum pengelolaan diserahkan kepada desa.
“Nantinya tentu diserahkan, tetapi bertahap. Ketika sistemnya sudah berjalan, manajemennya sudah siap dan target pemerintah sudah bisa dijalankan, baru diserahkan,” ungkap Bambang.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Bambang menilai keberadaan koperasi juga berpotensi memperpendek rantai pasok sejumlah kebutuhan, seperti gas elpiji, beras, gula, dan minyak. Dengan distribusi yang lebih efisien, harga kebutuhan masyarakat diharapkan dapat lebih terkendali.
“Contohnya gas melon, beras, gula dan minyak. Selama ini barang-barang itu di Kalimantan relatif mahal. Dengan adanya koperasi, rantai pasoknya diharapkan lebih pendek sehingga harga bisa lebih terkontrol,” ujarnya.
Meski demikian, Bambang menegaskan koperasi tidak dibangun untuk mengambil alih atau mematikan usaha masyarakat yang telah berjalan. Keberadaannya diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pelaku usaha lainnya.
“Tujuan pemerintah bukan untuk menghancurkan bisnis ekonomi orang lain, tetapi membuat semua orang mendapatkan kebutuhannya dengan harga yang wajar dan pantas,” katanya.
Di sisi lain, ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala utama dalam mengejar target 310 titik. Dari jumlah tersebut, baru 64 lokasi yang lahannya telah tersedia. Kondisi setiap wilayah berbeda, termasuk sejumlah desa yang memiliki keterbatasan lahan maupun berada di kawasan yang tidak memungkinkan untuk pembangunan.
Untuk lahan milik pemerintah daerah, Bambang memastikan penggunaannya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak mengubah status kepemilikan aset.
“Tidak ada pengambilalihan lahan untuk koperasi. Statusnya tetap lahan pemerintah, hanya penggunaannya untuk koperasi,” tegasnya.
Bambang optimistis pembangunan hingga tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat terus berjalan secara bertahap. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
“Kita berharap program ini betul-betul bisa menyentuh masyarakat di bawah. Tidak sekadar jargon, tetapi benar-benar kita sentuh masyarakat di bawah,” pungkasnya.














