Kabupaten Banjar- Dua petani milenial asal Kabupaten Banjar berhasil membawa nama Kalimantan Selatan pada ajang nasional Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 yang digelar Kementerian Pertanian di Balai Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (BPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada 19 hingga 21 Mei 2026.
Keduanya adalah Horiyatul Bariyah dan Mahyudin yang menjadi perwakilan Kabupaten Banjar dalam grand final ajang tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan keikutsertaan dua petani muda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak hanya mewakili daerah, tetapi juga membawa nama Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki daya tarik dan peluang besar bagi generasi muda.
“Keikutsertaan petani milenial Kabupaten Banjar pada ajang Young Ambassador Agriculture Tahun 2026 merupakan bentuk nyata bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Warsita berharap para finalis mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan di bidang pertanian.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari media daring tabloidsinartani.com, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) telah mengumumkan 20 pemenang Young Ambassador Agriculture 2026 pada Selasa (20/5/2026). Salah satu petani milenial asal Kabupaten Banjar, Horiyatul Bariyah, berhasil masuk dalam daftar pemenang tersebut.
Warsita menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih dan berharap keberhasilan itu dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.
Ajang Young Ambassador Agriculture merupakan program yang bertujuan mencari figur muda inspiratif di bidang pertanian yang memiliki kemampuan kepemimpinan, inovasi, komunikasi, serta kepedulian terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan.
Selama ini, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian terus mendorong lahirnya petani milenial melalui berbagai program pelatihan, pendampingan usaha tani, hingga pengembangan kewirausahaan di sektor pertanian.
Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern demi mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.














