Tanah Laut- PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan telah melakukan penanganan cepat terhadap insiden yang melibatkan satu unit kendaraan roda empat di area SPBU 64.708.01 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (12/6/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan petugas SPBU langsung melakukan langkah pengamanan dan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan sesaat setelah kejadian terjadi.
“Keselamatan masyarakat, pelanggan, dan pekerja menjadi prioritas utama kami. Petugas di lokasi bergerak cepat melakukan pengamanan area dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Pertamina menjelaskan, sebelum kejadian kendaraan tersebut telah selesai melakukan pengisian BBM jenis Pertalite dan bergerak menuju jalur keluar SPBU. Pada saat insiden terjadi, operasional penyaluran BBM sedang dihentikan sementara untuk persiapan pelaksanaan Sholat Jumat.
“Seluruh pulau pompa dalam kondisi tidak beroperasi dan aliran listrik di area SPBU juga telah dimatikan,” jelas Edi.
Pertamina memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi kendaraan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Korban telah memperoleh penanganan awal di lokasi dan selanjutnya mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” katanya.
Terkait penyebab kejadian, Pertamina masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang. Berdasarkan informasi awal, insiden diduga berkaitan dengan kondisi teknis kendaraan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pertamina melakukan evaluasi terhadap fasilitas operasional, pemeriksaan rekaman CCTV, serta penguatan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) kepada seluruh petugas SPBU.
Untuk sementara waktu, operasional SPBU dihentikan hingga proses pemeriksaan dan evaluasi keselamatan selesai dilaksanakan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama Pertamina dalam setiap kegiatan operasional. Kami memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tutup Edi.













