Kabupaten Banjar- Kebakaran lahan kembali terjadi seiring mulai memasuki musim kemarau di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Kali ini, api melanda lahan di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura dan sempat memicu kekhawatiran warga karena titik kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.
Kobaran api dengan cepat menjalar di antara semak belukar, rumput, dan vegetasi kering yang mengering akibat cuaca panas. Kondisi tersebut membuat warga khawatir api terus meluas dan merembet ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi.
Penjaga lahan, Rizal, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya kebakaran setelah pulang dari kebun. Sekitar pukul 11.00 Wita ia meninggalkan lokasi, kemudian sekitar pukul 12.30 Wita mendapat kabar bahwa api muncul di salah satu ujung kawasan.
“Sekitar jam 11 saya pulang dari kebun. Kemudian sekitar setengah satu saya mendapat kabar ada api di ujung kawasan. Saat saya lihat, apinya sudah membesar,” ujarnya.
Mendapat informasi tersebut, Rizal segera kembali ke lokasi dan berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun, karena panggilannya belum mendapat respons, ia bersama keluarganya berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dengan memanfaatkan air dari saluran irigasi.

Beruntung, tidak lama kemudian sejumlah relawan pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman sehingga kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan yang lebih padat penduduk.
“Saya sendiri yang menelepon pemadam, tapi belum diangkat. Akhirnya kami berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya dan mengambil air dari saluran irigasi hingga akhirnya relawan pemadam tiba,” katanya.
Rizal juga memastikan sebelum meninggalkan kebun tidak ada aktivitas pembakaran lahan di lokasi tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab munculnya api yang tiba-tiba membesar di salah satu sudut lahan.
“Tidak ada yang membakar. Kami sudah pulang dari kebun, tahu-tahu di pojok kawasan sudah ada api dan langsung membesar,” ungkapnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan meningkatnya potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Desa Cindai Alus sendiri merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banjar yang hampir setiap tahun menghadapi kejadian kebakaran lahan, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.













