Kabupaten Banjar- Desa Teluk Selong Ulu Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, kini memiliki Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana.
Program tersebut ditandai dengan penutupan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 14 hari, sejak 14 hingga 28 September 2026. Selama proses tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait mitigasi, evakuasi, penyelamatan, manajemen logistik, hingga pengelolaan dapur umum.
Pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada teori. Para peserta juga mengikuti simulasi penanganan keadaan darurat, termasuk proses evakuasi dan pertolongan terhadap warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, meminta seluruh peserta menjadikan pembekalan tersebut sebagai bekal praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.
“Harapan kami tentunya setelah selesai dan Destana sudah dibentuk, jangan sampai apa yang telah disampaikan oleh narasumber, instruktur maupun fasilitator menjadi sia-sia. Semua yang telah disampaikan silakan diterapkan dan diimplementasikan saat terjadi hal-hal yang berkaitan dengan penanganan dan penanggulangan bencana,” ujar Wasis.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun jauh sebelum keadaan darurat terjadi. Mitigasi dan langkah pencegahan menjadi kunci untuk menekan potensi korban maupun kerugian akibat kejadian yang tidak dapat diprediksi.
Wasis juga mendorong Teluk Selong Ulu menjadi contoh bagi desa lain, khususnya di Kecamatan Martapura Barat. Dengan kapasitas yang telah dibangun, Teluk Selong Ulu diharapkan mampu mengambil langkah cepat ketika menghadapi ancaman, mulai dari pencegahan, penyelamatan hingga penanganan awal.
“Misalnya nanti ada banjir, Desa Teluk Selong merupakan desa yang pertama kali siap melakukan upaya-upaya yang baik, baik pencegahan, penyelamatan maupun penanggulangan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut perlu ditopang koordinasi lintas sektor. Pengetahuan mengenai logistik, dapur umum dan penyelamatan yang diperoleh selama pelatihan harus dapat diterapkan melalui kerja sama dengan berbagai unsur ketika kondisi darurat berlangsung.
“Jangan sampai desa yang sudah ditetapkan menjadi Destana justru menjadi desa yang paling terakhir untuk penanganan. Jangan sampai Destana yang sudah dibentuk menjadikan desa yang korbannya lebih banyak atau lebih besar. Jangan sampai. Kegiatan ini merupakan upaya mitigasi dan pencegahan,” tegasnya.

Kepala Desa Teluk Selong Ulu, Hery, menilai keberadaan relawan Destana menjadi modal penting bagi desanya yang memiliki pengalaman menghadapi sejumlah ancaman, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta angin puting beliung.
“Warga kami yang sudah terbentuk dalam relawan Destana nantinya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa siap selalu. Dengan adanya motivasi dari narasumber, harapannya tentu bisa lebih siap dalam menghadapi apapun situasinya,” ujar Hery.
Pemerintah desa, lanjutnya, berkomitmen menjaga koordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar sekaligus memberikan dukungan kepada warga. Langkah serupa telah dilakukan sebelumnya, salah satunya melalui penyaluran logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Sementara itu, Ketua Destana Teluk Selong Ulu, Syarifuddin, menyebut rangkaian pembekalan dan simulasi memberikan pengalaman baru bagi para relawan dalam memahami langkah yang harus diambil ketika kondisi darurat terjadi.
Terlebih, banjir selama ini menjadi salah satu ancaman yang berulang di wilayah tersebut. Karena itu, 50 anggota Destana yang telah dibentuk diharapkan mampu menjalankan peran secara nyata dan hadir membantu warga ketika diperlukan.
“Dengan terbentuknya Destana yang telah melalui pembelajaran beberapa hari ini, termasuk simulasi dan penutupan hari ini, tentunya memberi dampak yang baik bagi masyarakat Desa Teluk Selong Ulu. Terlebih bagaimana kita menanggulangi bencana, terutama banjir yang sudah menjadi langganan di desa kami,” kata Syarifuddin.
“Seluruh anggota Destana yang ada, 50 orang, dapat bermanfaat dan membantu masyarakat. Destana Teluk Selong Ulu siap,” lanjutnya.
Berakhirnya rangkaian pelatihan bukan menjadi titik akhir. Justru, kesiapan Destana Teluk Selong Ulu akan diuji melalui kemampuan mereka menerapkan pengetahuan di lapangan, membangun koordinasi, serta mengambil tindakan cepat untuk melindungi warga ketika ancaman datang.















