MARTAPURA – Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu upaya yang didorong untuk mendukung pencegahan stunting di Desa Sungai Pinang Lama, Kabupaten Banjar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen dan mahasiswa Universitas Sari Mulia memberikan edukasi pengolahan jeruk dan ikan kepada masyarakat di Balai Desa Sungai Pinang Lama, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Hilirisasi Budidaya Ikan dan Diversifikasi Produk Jeruk melalui Sinergi Posyandu dan Gapoktun untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa tersebut diikuti 30 peserta. Mereka terdiri atas 15 kader posyandu dan 15 anggota kelompok tani yang diharapkan dapat menerapkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat.

Pambakal Desa Sungai Pinang Lama, Rubiansyah, menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengolahan bahan pangan lokal dan kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa potensi pangan yang ada di desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga. Pengetahuan tersebut penting sebagai salah satu upaya bersama dalam mencegah stunting,” ujar Rubiansyah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai diversifikasi olahan jeruk, termasuk pemanfaatannya sebagai pangan lokal kaya vitamin C. Materi ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah.

Selain jeruk, pengolahan ikan asap dan abon juga menjadi materi sosialisasi. Kedua jenis olahan tersebut diperkenalkan sebagai alternatif produk pangan berbahan ikan yang dapat mendukung pemenuhan protein dalam konsumsi sehari-hari.
Rubiansyah menilai keterlibatan kader posyandu dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan pengetahuan tersebut. Kader posyandu dapat membantu menyampaikan edukasi mengenai gizi kepada keluarga, sedangkan kelompok tani berperan dalam mengoptimalkan potensi pangan dan hasil budidaya di desa.
“Kolaborasi kader posyandu dan kelompok tani diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya mengenalkan cara mengolah bahan pangan, tetapi juga mendorong kesadaran tentang pentingnya makanan bergizi bagi keluarga, khususnya anak-anak,” jelasnya.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader posyandu, dan kelompok tani menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Melalui pendampingan dan edukasi, potensi jeruk serta hasil budidaya ikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung ketahanan pangan desa.

Menurut Rubiansyah, upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan gizi sejak dini. Karena itu, pengetahuan tentang bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pengolahan dan penyajian makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan pangan lokal dan memperhatikan kebutuhan gizi, masyarakat diharapkan dapat ikut mendukung upaya pencegahan stunting di desa,” tuturnya.

Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Sari Mulia bersama masyarakat Desa Sungai Pinang Lama diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan pangan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya gizi keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan desa dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat.















